Jumat, 07 September 2012

Oke, (Mencoba) Move On..

Oke, ini mau nulis baris pertama dan gue langsung pesimis. Move on itu susah kalau lo udah ketemu orang yang nyambung. Sekali lagi gue tulis, nyambung.
Terima kasih gue ucapin buat fasilitas bbm yang sudah turut serta mengacaukan hati dan pikiran gue.
Move on itu benar-benar pekerjaan berat. Lo bakal ngebayangin dia terus dan semua hal lo sangkut pautkan ke dia. Dan beginilah gue.
Pagi ini gue dapet email dari tante gue dan hari ini ada graduation dinnernya sepupu gue, Pista. Di Restoran lalalayeyeye. Gimana gue mau move on. Nama restorannya aja ngingetin gue ke dia. Duh, merinding gue kan.
Hikshiks.
Gakpapalah ya tulisan gue hari ini ga berkualitas. Gue lagi sedih. Sambil kerja pulak.

@aMrazing nulis ini di bukunya. (bikin gue semakin pusing)
Sometimes, acceptance is the hardest thing to do. Not because we can't, but because we just don't want to. We hold on to things that are no longer there, because we're not ready to let go.

Kamis, 06 September 2012

Patah Hati (Lagi)

Jam segini tanggal segini adalah waktu yang tepat untuk merenung. Loket sepi. Orang-orang pada beribadah. Gue? Merenung. Lebih tepatnya melamun.

Hati gue itu aneh. Entah demi alasan apa dia terlalu sering porak-poranda. Apa karena terlalu rapuh?
Gue gak mudah suka sama seseorang. Tapi begitu gue suka, hati gue yang super rapuh ini pun akan jatuh untuk hal yang sederhana. Dan hati gue jatuh untuk dia. Senyumnya. Lipatan matanya saat tersenyum. Tawanya. Suara tawanya. Perutnya yang buncit. Cara jalannya. Lengannya. Semua yang ada di dirinya. Hati gue jelas memasrahkan diri.
Untuk semua kenikmatan menatapnya ada harga yang harus dibayar. Hati gue harus patah untuk kemudian hancur berkeping-keping.

Yesterday, love was such an easy game to play..
Now, I need a place to hide away~ :(